Thursday, 21 January 2016

Tugas Softskill

PENGANTAR STATISTIKA
DISTRIBUSI PROBABILITAS DISKRIT



Dosen :

Harjanto Sutedjo

Disusun oleh :

Farhan Rifqi Mahatidana :      23114962
Kelas :                                     2KB07     
      

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
SISTEM KOMPUTER
2015-2016




KATA PENGANTAR

Pertama penulis mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala kebesaran dan kelimpahan nikmat yang diberikan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Pengantar Statistika “Distribusi Probabilitas Diskrit”.
Penulis menyadari bahwa penulisan tugas  ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan penulisan  makalah ini.
Akhir kata, penulis sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah  ini dari awal sampai akhir.




DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................ 
Daftar Isi..................................................................................................... 

BAB I PENDAHULUAN
1.1    Pendahuluan......................................................................................... 

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Distribusi Probabilitas Diskrit................................................................ 
2.2 Variabel Acak Diskrit............................................................................ 
2.3 Rata-Rata Distribusi Probabilitas........................................................... 
2.4 Variasi Standar dan Deviasi.................................................................. 
2.5 Distribusi Probabilitas Binominal.......................................................... 
2.6 Distribusi Probabilitas Hipergeometris.................................................. 
2.7 Distribusi Probabilitas Poisson............................................................... 
2.8 Distribusi Normal................................................................................... 


BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..........................................................................................
Daftar Pustaka .......................................................................................... 





BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Pendahuluan

Statistik adalah ilmu yang mempelajari bagaimana merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpresentasi, dan mempresentasikan data. Sedangkan statistik adalah data, informasi, atau hasil penerapan algoritma statistika pada suatu data. Kejadian yang sering atau jarang terjadi dikatakan mempunyai peluang terjadi yang besar atau kecil. Keseluruhan nilai-nilai peluang bisa digunakandalam kehidupan sehari-hari. Dalam mengaplikasikan statistika terhadap permasalahan sains, industri, atau sosial, pertama-tama dimulai dari mempelajari populasi. Tiga buah sebaran teoritis yang paling terkenal, diantaranya tiga buah sebaran yang diskrit dan sebaran yang kontinyu. Kedua sebaran yang teoritis yang deskrit itulah sebaran binomial dan sebaran possion. Sebaran kontinyunya adalah sebaran normal.




BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Distribusi Probabilitas Diskrit

Definisi Umum
Distribusi probabilitas : Sebuah daftar berisi seluruh hasil dari suatu ekperimen dan probabilitas yang berkaitan dengan setiap hasil tersebut.

Contoh :
Misal kita tertarik terhadap munculnya “kepala” pada pelemparan koin sebanyak 3 kali. Hasil yang mungkin adalah : nol “kepala”, satu “kepala”, dua dan tiga “kepala”. Bagaimana distribusi probabilitas untuk munculnya “kepala “ ?

Jawab :
Terdapat 8 hasil yang mungkin :
Dua karakter penting distribusi probabilitas.
1. Probabilitas dari suatu hasil harus berada antara 0 dan 1
2. Jumlah dari seluruh probabilitas hasil harus sama dengan 1

Soal Pemahaman :
Hasil yang mungkin dari eksperimen pelemparan dadu, adalah : 1 titik, 2 titik, 3 titik, 4 titik, 5 titik dan 6 titik.
a. Buat distribusi probabilitas untuk hasil tersebut.
b. Gambarkan distribusi probabilitas dalam grafik.
c. Berapa jumlah probabilitasnya ?

2.2 Variabel Acak Diskrit

Varibel acak diskrit adalah variabel acak yang tidak mengambil seluruh nilai yang ada dalam sebuah interval atau variabel yang hanya memiliki nilai tertentu. Nilainya merupakan bilangan bulat dan asli, tidak berbentuk pecahan. Variabel acak diskrit jika digambarkan pada sebuah garis interval, akan berupa sederetan titik-titik yang terpisah.

Contoh :
1.      Banyaknya pemunculan sisi muka atau angka dalam pelemparan sebuah  koin (uang logam).
2.      Jumlah anak dalam sebuah keluarga.



2.3 Rata-Rata Distribusi Probabilitas

Rata-rata disebut juga nilai Ekspektasi ( ∑ ) (x) .
Rata-rata merupakan nilai khas yang digunakan untuk menggambarkan distribusi probabilitas
Rata-rata distribusi probabilitas :
μ=E(x)=∑[x.P(x)]
P (x) = Probabilitas variabel acak
X = variabel acak

2.4 Variasi Standar dan Deviasi

Variansi menggambarkan penyebaran dalam suatu distribusi.

Variansi distribusi probabilitas : σ^(2 )= ∑[(x-μ) ^(2 ) P (x)]
Standar Deviasi:SD= √(σ^2 )


2.5 Distribusi Probabilitas Binominal

Karakteristik distribusi binomial :
a. Hasil dari eksperimen hanya diklasifikasikan menjadi dua, yaitu : Sukses atau Gagal.
b. Variabel acaknya diperoleh dengan cara menghitung jumlah sukses dari suatu percobaan.
c. Probabilitas sukses akan selalu tetap selama percobaan.
d. Setiap percobaan independen, artinya hasil percobaan satu tidak mempengaruhi hasil per cobaan berikutnya
Untuk membentuk distribusi binomial, kita harus mengetahui :
a. Jumlah percobaan ( trial ).
b. Probabilitas sukses untuk setiap percobaan.
Distribusi Probabilitas Binomial : P(x)= n!/x!(n-x)! π^x.(1-π)^(n-x)
n = jumlah trial / percobaan
x = Jumlah sukses
π = probabilitas sukses untuk setiap percobaan

Beberapa catatan penting mengenai distribusiBinomial :
1. Bila n tetap, tetapi π meningkat dari 0,05 ke 0,95, bentuk distribusi akan berubah. Pada π 5,0 < , grafik miring ke kiri (positive skew), pada π 5,0 = grafik simetris, pada 5,0 > π grafik miring ke kanan (negative skew).
2. Bila π tetap, namun n meningkat, maka bentuk distribusi binomial semakin simetris.
3. Mean (μ) untuk distribusi binomial: μ = n . π
Variansi ^2) untuk distribusi binomial :σ^(2 )=n .π (1-π)

2.6  Distribusi Probabilitas Hipergeometris

Syarat digunakannya distribusi hipergeometris :
a. Sampel diambil dari suatu populasi terbatas tanpa pengembalian
b. Jumlah sampel n lebih besar dari 5% dari jumlah seluruh populasi N Populasi terbatas (finite population) : suatu populasi yang terdiri dari sejumlah kecil individu, objek, atau pengukuran.
Distribusi Hipergeometri :P(x)= ((sCx)(n-sCn-x))/ΝCn

N = jumlah seluruh populasi
S = jumlah sukses dalam populasi
x = jumlah sukses yang diinginkan ( 0,1,2,3,……)
n = jumlah sampel atau jumlah percobaan / trial
C = Simbol untuk kombinasi

2.7  Distribusi Probabilitas Poisson

Distribusi ini sering disebut “Hukum kejadian yang tidak mungkin”, maksudnya distribusi ini dipakai pada kejadian dengan probabilitas π yang sangat kecil ( ≤ 0,05 ).
Distribusi ini memiliki banyak aplikasi diantaranya : menentukan distribusi kesalahan pada input data, cacat yang terjadi pada proses pengecatan sparepart mobil, jumlah kecelakaan yang terjadi pada Boeing 737 selama 3 bulan terakhir.
DistrbusiPoisson:
P(x)=(u^x.e^(-n))/x!

μ = rata-rata aritmatik dari sukses pada suatu interval waktu
e = konstanta (2,71828)
x = jumlah sukses
P(x) = probabilitas dari suatu x

2.8  Distribusi Normal

distribusi probabilitas Normal". Variabel acak kontinu diperoleh dengan cara mengukur sesuatu, seperti : berat badan, tinggi badan, usia pakai baterai dll.

Karakteristik dari distribusi probabilitas dan kurva normal adalah:
1.      Kurva berbentuk genta atau lonceng dan memiliki satu puncak yang terletak di tengah. Nilai rata-rata hitung (µ) = median (Md) = modus (Mo). Nilai µ = Md = Mo yang berada di tengah membelah kurva menjadi dua bagian yaitu setengah di bawah nilai µ = Md = Mo dan setengah di atas nilai µ = Md = Mo.
2.      Distribusi probabilitas dan kurva normal berbentuk kurva simetris dengan rata-rata hitungnya (µ).
3.      Distribusi probabilitas dan kurva normal bersifat asimptotis.
4.      Kurva mencapai puncak pada saat X = µ.
5.      Luas daerah di bawah kurva normal adalah 1; ½ di sisi kanan nilai tengah dan ½ di sisi kiri.

Jenis-Jenis Distribusi Probabilitas Normal :

1.      Distribusi Probabilitas dan Kurva Normal dengan μ dan σ Berbeda
Bentuk distribusi probabilitas dan kurva normal dengan nilai tengah sama dan standar deviasi yang berbeda, adalah bentuk leptokurtic, platykurtik dan mesokurtik. Kurva normal tersebut mempunyai μ = Md = Mo yang sama, namun mempunyai σ berbeda. Semakin besar σ, maka kurva semakin pendek dan semakin tinggi nilai σ, maka semakin runcing. Oleh sebab itu, σ tinggi cenderung menjadi platykurtik dan σ rendah menjadi leptokurtik. Nilai σ yang tinggi menunjukkan bahwa nilai data semakin menyebar dari nilai tengahnya (μ). Apabila σ rendah, maka nilai semakin mengelompok pada nilai tengahnya.

2.      Distribusi Probabilitas dan Kurva Normal dengan μ Berbeda dan σ Sama
Bentuk distribusi probabilitas dan kurva normal dengan μ berbeda dan σ sama mempunyai jarak antara kurva yang berbeda, namun bentuk kurva tetap sama. Hal demikian bisa terjadi karena kemampuan antar populasi berbeda, namun setiap populasi mempunyai keragaman yang hampir sama.

3.      Distribusi Probabilitas dan Kurva Normal dengan μ dan σ Berbeda
Distribusi kurva normal dengan μ dan σ berbeda. Kurva ini mempunyai titik pusat yang berbeda pada sumbu mendatar dan bentuk kurva berbeda karena mempunyai standar deviasi yang berbeda.


  

BAB III
KESIMPULAN

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari makalah ini adalah :

Berdasarkan deskripsi pendahuluan dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, maka pada bagian penutup ini dapat ditarik kesimpulan bahwa :
Distribusi probabilitas merupakan Sebuah daftar berisi seluruh hasil dari suatu ekperimen dan probabilitas yang berkaitan dengan setiap hasil tersebut.
Variabel acak merupakan Variabel yang digunakan untuk memberikan nilai – nilai yang berbeda untuk setiap hasil dari suatu eksperimen.




DAFTAR PUSTAKA





Friday, 16 January 2015

APAKAH INDONESIA MAMPU MENJADI MASYARAKAT MADANI? 

Sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit tentang pengertian masyarakat madani.
Masyarakat Madani adalah masyarakat yang memiliki budaya, beradap, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, maju dan modern. Serta masyarakat yang mengetahui dan menyadari hak dan kewajiban terhadap bangsa, negara, agama serta menghargai sesama dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Apakah Indonesia Mampu Menjadi Masyarakat Madani?

Menurut saya indonesia mampu menjadi masyarakat yang madani, Ya, karena indonesia adalah bangsa yg memiliki budaya, agama, nilai nilai kemanusiaan. Namun ada beberapa masalah yg menghambat indonesia untuk menjadi masyarakat madani, diantaranya :

1.      Masih kurang sikap toleransi yang baik dalam bermasyarakat maupun beragama.
2.      Kurangnya kesadaran individu.
3.      Kurangnya lapangan perkerjaan.
4.      PHK sepihak dalam jumlah yang besar.

Oleh karena itu agar indonesia bisa menjadi masyarakat madani, penting sekali adanya pengenbangan-pengembangan peranan sosial dan juga penerapan strategi pemberdayaan.
Marilah semua warga Indonesia ikut berperan aktif dalam penerapan masyarakat madani di negeri kita tercinta. Karena kita sebenarnya memiliki sikap toleransi dengan bermacam-macam suku, budaya, dan agama yang berbeda-beda.



Tuesday, 25 November 2014

Cita Cita Luhur Bangsa Indonesia Yang Belum Tercapai

CITA CITA LUHUR BANGSA INDONESIA


Cita cita bangsa indonesia dapat dilihat pada pembukaan UUD 1945. Dan hal ini sesuai dengan amanat alinea II pembukaan UUD 1945 :

MEWUJUDKAN SUATU NEGARA YANG MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL, DAN MAKMUR (yg terdapat pada kalimat pembukaan UUD 1945 ".... kedepan pintu kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur"

Dapat disimpulkan bahwa bangsa indonesia bercita-cita

mewujudkan negara yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Dengan rumusan singkat, negara Indonesia bercita-cita mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.


CITA CITA LUHUR BANGSA INDONESIA YANG BELUM TERWUJUD


Menurut saya ada yang belum terwujud dari cita cita luhur bangsa indonesia, yaitu:

  • Keadilan di indonesia juga belum terwujud. Menurut saya keadilan di indonesia banyak yang belum terwujud, padahal keadilan itu sangat penting untuk menegakan kebenaran. Keadilan belum adil di Indonesia, baik dalam norma hukum atau dalam masalah sosial ekonmomi. Kita semua tahu bahwa penegakan hukum mulai dari kepolisian, kejaksaan, maupun pengadilan sulit untuk diharapkan. Contohnya soal kasus korupsi yang menerut saya belum adil dalam penegakan hukumnya.


  • Bersatu.  Karena diera digital/globalisasi sekarang ini menimbulkan dampak yang negatif, sehingga sangat berpengaruh terhadap pola hidup menjadi konsumtif. Dengan begitu masyarakat merasa dimudahkan dengan teknologi maju membuat mereka menjadi individualistik dan merasa tidak lagi membutuhkan orang lain, sehingga persatuan sulit terwujud.


  • Kemakmuran yang belum sepenuhnya terwujud. Sangat jelas sekali kalau kemakmuran di indonesia belum sepenuhnya terwujud, karena banyaknya rakyat yang kehilangan akses aset alat-alat produksi. Tidak adanya akses terhadap alat-alat produksi menyebabkan rakyat tak punya kesempatan untuk menghasilkan pendapatan, dan juga hasil kekayaan bumi indonesia lebih banyak mengalir ke purusahaan-perusahaan asing yang mengakibatkan belum makmurnya rakyat indonesia.


Apa gunanya kemerdekaan jika rakyat tetap susah mendapatkan pekerjaan yang layak, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan pengakuan. Seharusnya negara bisa menyajehterahkan rakyat dan juga negara harus menildungi, melayani, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Oleh karena itu saya sangat berharap terwujudnya cita cita luhur bangsa indonesia agar semua masyarakat indonesia mendapatkan kesejahteraan.

Thursday, 23 October 2014

Demokrasi di Indonesia

Demokrasi

1.     Apa Itu Demokrasi

Kata demokrasi berasal dari kata yunani kuno yang terdiri dari dua kata yaitu kata “demokrasi” berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

2.     Nilai dan Norma Dalam Demokrasi

Dalam penerapan demokrasi maka diperlukan nilai-nilai demokrasi yang kuat dan tetap terjaga. Hal ini untuk mencegah penyimpangan dalam pelaksanaan demokrasi. Adapun nilai-nilai tersebut, yaitu :

a.        kebebasan untuk berpendapat.

b.       kebebasan utnutk membuat kelompok.

c.        kebebasan untuk berpartisipasi.

d.       kesetaraan antar warga.

e.        saling percaya dan kerjasama.

selain nilai-nilai tersebut, masyarakat dan pemerintah juga harus memperhatikan norma-norma demokrasi, yaitu :

a.       Pentingnya kesadaran akan pluralisme.

b.       Musyawarah.

c.       Pertimbangan moral.

d.       Pemufakatan yang jujur dan sehat.

e.        Pemenuhan segi-segi ekonomi.

f.       Kerja sama antar warga masyarakat dan sikap mempercayai itikad baik masing- masing.


3.     Bentuk-bentuk Demokrasi

Secara umum terdapat dua bentuk demokrasi yaitu demokrasi langsung dan demokrasi perwakilan.

Demokrasi langsung

Demokrasi langsung merupakan suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memberikan suara atau pendapat dalam menentukan suatu keputusan.Dalam sistem ini, setiap rakyat mewakili dirinya sendiri dalam memilih suatu kebijakan sehingga mereka memiliki pengaruh langsung terhadap keadaan politik yang terjadi. Sistem demokrasi langsung digunakan pada masa awal terbentuknya demokrasi di Athena dimana ketika terdapat suatu permasalahan yang harus diselesaikan, seluruh rakyat berkumpul untuk membahasnya. Di era modern sistem ini menjadi tidak praktis karena umumnya populasi suatu negara cukup besar dan mengumpulkan seluruh rakyat dalam satu forum merupakan hal yang sulit.Selain itu, sistem ini menuntut partisipasi yang tinggi dari rakyat sedangkan rakyat modern cenderung tidak memiliki waktu untuk mempelajari semua permasalahan politik negara.

Demokrasi perwakilan

Dalam demokrasi perwakilan, seluruh rakyat memilih perwakilan melalui pemilihan umum untuk menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan bagi mereka.

Panglima TNI: Negara akan Jatuh Jika Demokrasi Tanpa Stabilitas


Liputan6.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menyatakan, negara Indonesia saat ini sedang diuji dalam hal berdemokrasi. Menurutnya, masyarakat Indonesia saat ini sedang cemas melihat kondisi politik, di mana kedua pasangan capres dan cawapres mengklaim memenangkan suara rakyat pada Pilpres 2014 dari hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

"Sekarang kita diuji lagi dalam rangka memperkuat demokrasi menuju yang lebih kuat. Apakah kita bisa melampaui dengan baik? Jika bisa maka negara kita bukan hanya negara demokrasi terbesar, tapi juga negara yang sudah memasuki substansi demokrasi yang utuh," kata Moeldoko di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (11/7/2014) malam.
Untuk itu dirinya mengajak semua pihak agar bisa menuju demokrasi yang sehat, di mana tidak merugikan masyarakat atau pihak lain dalam mencapainya. Ia menambahkan, pencapaian demokrasi harus juga mencapai kestabilan keamanan negara dalam hal apa pun, termasuk keamanan agar negara bisa kuat.

"Maka saya akan ingatkan kembali hubungan demokrasi dengan stabilitas negara, di mana hanya menginginkan demokrasi tapi tidak memikirkan stabilitas, maka negara itu akan jatuh. Ini yang terjadi di Irak, Mesir dan Suriah," ujarnya.
Untuk bisa mencapai demokrasi yang baik serta stabilitas negara yang baik, Moeldoko mengingatkan sekali lagi agar semua pihak mempunyai kesadaran diri, yakni mencapai demokrasi dengan cara-cara yang baik.

"Untuk itulah saya mengingatkan, mari kita kawal proses demokrasi (pilpres) ini bersama-sama, tapi di sisi lain kita semua dan saya membantu menciptakan stabilitas yang dinamis. Yakinlah sebuah negara yang tidak memiliki stabilitas, negara itu rentan dari segalanya," paparnya.
Lebih jauh ia mengatakan, dalam perjalanan mencapai demokrasi hampir selalu ada perbuatan anarkis. Menurutnya, banyak kasus yang mengatasnamakan demokrasi namun berbuat anarkis yang merugikan pihak lain.

"Membedakan demokrasi dan anarkis itu sangat tipis, dengan dalil demokrasi sekelompok orang melakukan sesuatu padahal sudah anarkis. Kita sebentar lagi menghadapi turbulensi, kalau kita naik pesawat ada guncangan sedikit. Maka dari itu semua harus memiliki kesadaran bersama untuk mengawal demokrasi dan menciptakan stabilitas kondisi," tandas Moeldoko.

Dengan berita diatas dapat dilihat bahwa pada dasarnya demokrasi di Indonesia sampai saat ini belum berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan masyarakat. Demokrasi seakan dikekang oleh keinginan-keinginan para elit politik yang bermain atas nama seluruh rakyat. Namun kenyataannya, mereka justru menyengsarakan rakyat demi kepentingan pribadi dan golongannya. Untuk itu peran masyakat sipil sangat dibutuhkan, dalam memperbaiki proses demokrasi di Indonesia. Masyarakat harus ikut mengawasi  jalannya proses demokrasi, agar hak-hak rakyat tidak terabaikan oleh para  pemimpin bangsa dan elit politik.

Sumber :
http://indonesia-baru.liputan6.com/read/2076761/panglima-tni-negara-akan-jatuh-jika-demokrasi-tanpa-stabilitas
http://agungborn91.wordpress.com/2011/03/29/apa-itu-demokrasi/
Budiardjo, Miriam. 1996. Demokrasi Di Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Hak Asasi Manusia (HAM)

Hak Asasi Manusia (HAM)

1.     Pengertian Hak Asasi Manusia (HAM)

      Hak asasi manusia merupakan hak yang bersifat asasi, hak-hak yang dimiliki manusia menurut kodratnya yang tidak dapat dipisahkan dari hakikatnya. Jadi, hak asasi manusia adalah hak dasar atau hak pokok yang dimiliki manusia sejak lahir sebagai anugerah dari Tuhan YME.

2.     Ciri Khusus Hak Asasi Manusia (HAM)

Hak asasi manusia juga memiliki ciri-ciri khusus. Ciri khusus hak asasi manusia sebagai berikut :
a.       Tidak dapat dicabut, artinya hak asasi manusia tidak dapat dihilangkan atau diserahkan.
b.      Tidak dapat dibagi, artinya semua orang berhak mendapatkan semua hak, apakah hak sipil dan politik atau hak ekonomi, social, dan budaya.
c.       Hakiki, artinya hak asasi manusia adalah hak asasi semua umat manusia yang sudah ada sejak lahir.
d.      Universal, artinya hak asasi manusia berlaku untuk semua orang tanpa memandang status, suku bangsa, gender, atau perbedaan lainnya. Persamaan adalah salah satu dari ide-ide hak asasi manusia yang mendasar.

3.     Macam-macam Hak Asasi Manusia (HAM)

Pandangan mengenai macam HAM sangatlah beragam. Berikut adalah macam-macam hak asasi manusia :
a.       Hak-hak asasi pribadi (personal rights)
Contohnya kebebasan menyatakan pendapat.
b.      Hak-hak asasi ekonomi (property rights)
Contohnya kebebasan memiliki sesuatu.
c.       Hak-hak asasi politik (political rights)
Contohnya hak ikut serta dalam pemerintahan.
d.      Hak-hak asasi hukum
Contohnya hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama dalam hukum.
e.       Hak-hak asasi sosial dan kebudayaan (social and cultural rights)
f.       Hak-hak asasi peradilan dan perlindungan hukum (procedural rights)
Contohnya mendapatkan pembelaan hukum di pengadilan.



4.     Contoh Pelanggaran HAM

Dibawah ini sudah saya siapkan contoh pelanggaran HAM di Indonesia beserta deskripsi singkatnya.

Kasus Pembunuhan Munir

Munir Said Thalib bukan sembarang orang, dia adalah aktifis HAM yang pernah menangani kasus-kasus pelanggaran HAM. Munir lahir di Malang, 8 Desember 1965. Munir pernah menangani kasus pelanggaran HAM di Indonesia seperti kasus pembunuhan Marsinah, kasus Timor-Timur dan masih banyak lagi. Munir meninggal pada tanggal 7 September 2004 di dalam pesawat ketika ia sedang melakukan perjalanan menuju Amsterdam, Belanda. Spekulasi yang mengabarkan bahwa Munir meninggal di pesawat karena dibunuh, serangan jantung bahkan diracuni. Tapi, orang-orang percaya bahwa Munir meninggal karena diracuni dengan Arsenikum di makanan atau minumannya saat di dalam pesawat. Kasus ini sampai sekarang masih belum ada titik jelas.


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), mendesak pemerintah segera mengungkap konspirasi dan aktor intelektual di belakang kematian Munir.

"Kepada pemerintah dan jajaran penegak hukum terkait, untuk segera dan bersungguh-sungguh menuntaskan kasus Munir, memberikan hak atas  pemulihan bagi keluarga korban, serta menjamin perlindungan bagi pembela HAM demi keadilan dan masa depan penegakan HAM Indonesia, termasuk penghapusan kekerasan terhadap perempuan," ujar Wakil Ketua Komnas Perempuan Masruchah, dalam siaran pers memperingati 8 tahun kematian Munir, Jumat (7/9/2012).

Menurut Masruchah, peran Munir sangat berarti bagi penggiat HAM di kalangan perempuan, yang menempatkan pembelaan pada perempuan korban kekerasan sebagai bagian tidak terpisahkan dari perjuangan HAM.

Masruchah mencontohkan, ketika Indonesia pertama kali mengadakan sebuah investigasi resmi untuk kasus pelanggaran berat HAM, yaitu kasus Timor Timur pada 1999, Munir adalah aktivis HAM laki-laki pertama yang mengangkat pengalaman khas perempuan dalam situasi konflik bersenjata.

"Ia lakukan ini bukan untuk sekadar menyebutkan bahwa perempuan juga korban. Penyikapan ini didasari pada suatu pemahaman yang mencapai akar persoalan, yaitu bagaimana tubuh perempuan digunakan sebagai bagian dari strategi perang; sebuah arena perebutan kuasa untuk menunjukkan penundukan  dan kemenangan," papar Masruchah.

Sumber :
http://www.tribunnews.com/